Minggu, 29 November 2015

Dia Yang Tulus Mencintaimu



Cinta memang terkadang bisa membutakan manusia. Karena cinta, manusia seringkali berpikir irasional dan melepaskanlogikanya. Asalkan bisa berdampingan dengan pasangan yang dicintai, kamu memilih tak mau peduli dengan pertanyaan ini:
“Apakah pasangan juga mencintaimu dengan sepenuh hati, ataukah dia justru lebih sering membuatmu sakit hati?”
Saat cinta yang kamu punya begitu besar, kamu mungkin akan kesulitan membedakan pasangan yang mencintaimu sepenuh hati dengan yang justru menjadi biang sakit hati. Meskipun suatu hubungan membuatmu luka, kamu tetap bertahan di dalamnya. Memaklumi perbuatan buruk pasangan menjadi hal yang terlalu biasa.
v  Pasangan yang sering menyakiti akan datang dan pergi. Dia yang tulus mencintai akan berusaha selalu ada di sisi
Sepasang kekasih memang selayaknya saling membantu. Saat susah maupun senang akan dilewati bersama. Ketika ada masalah pun akan berusaha diselesaikan berdua.
Namun ketika pasangan yang tidak sungguh-sungguh mencintai tidak akan peduli dengan hal-hal seperti ini. Dia hanya akan datang ketika ingin bersenang-senang denganmu.  Tetapi pasangan yang tulus mencintai tidak akan melakukan hal tersebut. Dialah yang selalu berusaha hadir dan ada untukmu, baik saat senang ataupun senang, walaupun kadang kamu campakkan dia. Tapi bagaimana juga mendampingmu adalah kewajiban baginya lantaran kamulah miliknya yang paling berharga.
v  Bersama dia yang benar-benar mencintai, kamu merasa tercukupi. Kasih sayang dan perhatian selalu dicurahkan agar kamu tak pernah kekurangan
Hubungan yang sehat hanya akan terjalin ketika pasangan sama-sama berbagi cinta dan kasih sayang yang tulus. Cinta dan kasih sayang tersebut juga bisa diwujudkan dalan suatu tindakan,mungkin dengan cara memberi perhatian. Dia yang tidak benar-benar mencintaimu jelas tidak akan memahami hal ini bahkan tidak mau ambil pusing perkara apa yang kamu butuhkan,
Halo sayang! Lagi sibuk ya?? Udah makan belum? Jangan telat makan ya? Nanti kamu sakit! Eh, aku mau ketemu dosen pembimbing nih, doain ya semoga lancar J
Perasaan yang tulus bisa dilihat dari sikap pasangan kepadamu. Betapa pentingnya kamu dihadapan dia dan memastikan bahwa kamu baik-baik saja dan menjalani hari-harimu seperti biasa. Dia pun tidak malu berbagi tentang hal-hal yang dikerjakannya. Dirinya mengerti, bahwa cara inilah yang menjadikan hubungan kalian tetap hangat setiap hari.
v  Berbuat salah itu manusiawi. Dia yang tulus mencintai tak akan sampai hati mengungkit kesalahan yang sudah kamu sesali.
Dalam sebuah hubungan, kamu mungkin pernah berbuat salah sehingga mengecewakan pasangan. Dulu, dia terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga melupakan kamu. dia pun pernah mengabaikan dia lantaran terlalu asik dengan teman-temanmu.
Meskipun begitu, toh kamu dan dia sudah baik-baik menyelesaikan semuanya. Dia mengaku bisa memaafkan dan kamu pun mengaku menyesal. Tetapi, pasangan yang tidak sungguh mencintai akan mudah mengungkit-ungkit hal ini demi memojokkan dan membuatmu merasa bersalah.
Cinta itu tidak saling menyakiti. Pasangan yang benar-benar mencintai akan berusaha menjaga tutur katanya agar tidak menyinggung atau menyakitimu. Soal kesalahan dimasa lalu, tidak akan ringan diungkitnya. Mengaku bisa menerima dan memaafkan dia akan benar-benar memegang kata-katanya.
v  Ketika hubungan dilanda masalah, pasangan yang sering menyakiti akan lebih mudah meluapkan amarah. Dia yang sungguh mencintai justru berusaha meredam hati dan emosinya sendiri.
Terkadang kamu baru bisa mengenali sifat-sifat asli pasangan kalian tengah berselisih paham. Ya, di saat-saat paling kritis dalam hubungan kalian inilah kamu menyadari karakter pasanganmu yang sebenar-benarnya. Dia yang tidak seberapa mencintaimu terbukti sangat mudah marah, menyalahkan, dan memojokkanmu demi bisa jadi pihak yang paling benar.
Tetapi sementara, pasangan yang sungguh-sungguh mencintaimu justru lebih bisa meredam hati dan emosinya. Saat ada masalah atau berbeda pendapat denganmu, diapun memilih membicarakan semuanya dengan kepala dingin. Dia tidak keberatan jika sesekali harus mengalah atau setuju dengan argumenmu. Sikapnya bisa tetap tenang dan terkendali lantaran dirinya sadar sedang berhadapan dengan seseorang yang dicintainya.
v  Pasangan yang tak tulus berharap hubungan kalian hanya sementara, dia yang benar-benar cinta berusaha bertahan denganmu selamanya
Dia yang tidak sungguh-sungguh percaya bahwa hubungan yang kalian jalani tidak akan bisa selamanya. Itulah alasannya mengapa dia tidak terlalu bersemangat ketika membicarakan rencana masa depan denganmu. Jangankan bicara soal pernikahan, tentang kelanjutan hubungan kalian pun tidak pernah terpikir ada di kepalanya.
Tetapi, pasangan yang tulus mencintai justru melakukan hal yang sebaliknya. Dia justru paling semangat membicarakan masa depan bersama. Soal rencana pernikahan, perkara finansial, dan hubungan keluarga besar pun sudah baik-baik dibicarakan. Semua dia lakukan adalah bukti nyata bahwa cinta yang dia punya hanya untukmu  memang tidak sekedar biasa.

v  Jika kamu lebih sering disakiti, keputusan terbaik adalah memilih pergi. Jika dia mencintaimu dengan sepenuh hati, jangan ragu mendampinginya sampai nafas habis nanti.
Rasa cinta dan perasaan yang teramat dalam seharusnya tidak membuatmu buta. Bagaimanapun, kamu tetap bisa memilah dan menimbang-nimbang. Mana pasangan yang lebih sering menyakiti, dan mana pasangan yang bisa benar-benar tulus mencintai. Ketika bisa membedakan keduanya, kamu bisa membuat keputusan yang tegas dan rasional.
Jika dia yang saat ini mendampingi tidak benar-benar mencintai, tidak ada keputusan yang lebih baik selain memilih pergi. Setidaknya hidup sendiri jauh lebih nyaman daripada terus-terusan disakiti. Namun, jika pasanganmu memang punya perasaan yang tulus dan dalam, satu-satunya yang harus kamu lakukan adalah bertahan, bersabar dan menjalani masa depan bersamanya.

Tidak ada komentar: