Cinta
memang terkadang bisa membutakan manusia. Karena cinta, manusia seringkali
berpikir irasional dan melepaskanlogikanya. Asalkan bisa berdampingan dengan
pasangan yang dicintai, kamu memilih tak mau peduli dengan pertanyaan ini:
“Apakah
pasangan juga mencintaimu dengan sepenuh hati, ataukah dia justru lebih sering
membuatmu sakit hati?”
Saat cinta yang kamu punya begitu besar, kamu
mungkin akan kesulitan membedakan pasangan yang mencintaimu sepenuh hati dengan
yang justru menjadi biang sakit hati. Meskipun suatu hubungan membuatmu luka,
kamu tetap bertahan di dalamnya. Memaklumi perbuatan buruk pasangan menjadi hal
yang terlalu biasa.
v
Pasangan yang sering menyakiti akan datang dan pergi.
Dia yang tulus mencintai akan berusaha selalu ada di sisi
Sepasang kekasih memang
selayaknya saling membantu. Saat susah maupun senang akan dilewati bersama.
Ketika ada masalah pun akan berusaha diselesaikan berdua.
Namun ketika pasangan yang
tidak sungguh-sungguh mencintai tidak akan peduli dengan hal-hal seperti ini. Dia
hanya akan datang ketika ingin bersenang-senang denganmu. Tetapi pasangan yang tulus mencintai tidak
akan melakukan hal tersebut. Dialah yang selalu berusaha hadir dan ada untukmu,
baik saat senang ataupun senang, walaupun kadang kamu campakkan dia. Tapi
bagaimana juga mendampingmu adalah kewajiban baginya lantaran kamulah miliknya
yang paling berharga.
v
Bersama
dia yang benar-benar mencintai, kamu merasa tercukupi. Kasih sayang dan
perhatian selalu dicurahkan agar kamu tak pernah kekurangan
Hubungan
yang sehat hanya akan terjalin ketika pasangan sama-sama berbagi cinta dan
kasih sayang yang tulus. Cinta dan kasih sayang tersebut juga bisa diwujudkan
dalan suatu tindakan,mungkin dengan cara memberi perhatian. Dia yang tidak
benar-benar mencintaimu jelas tidak akan memahami hal ini bahkan tidak mau
ambil pusing perkara apa yang kamu butuhkan,
“Halo sayang! Lagi sibuk ya?? Udah makan
belum? Jangan telat makan ya? Nanti kamu sakit! Eh, aku mau ketemu dosen
pembimbing nih, doain ya semoga lancar J”
Perasaan
yang tulus bisa dilihat dari sikap pasangan kepadamu. Betapa pentingnya kamu
dihadapan dia dan memastikan bahwa kamu baik-baik saja dan menjalani
hari-harimu seperti biasa. Dia pun tidak malu berbagi tentang hal-hal yang
dikerjakannya. Dirinya mengerti, bahwa cara inilah yang menjadikan hubungan
kalian tetap hangat setiap hari.
v
Berbuat
salah itu manusiawi. Dia yang tulus mencintai tak akan sampai hati mengungkit
kesalahan yang sudah kamu sesali.
Dalam
sebuah hubungan, kamu mungkin pernah berbuat salah sehingga mengecewakan
pasangan. Dulu, dia terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga melupakan kamu. dia
pun pernah mengabaikan dia lantaran terlalu asik dengan teman-temanmu.
Meskipun
begitu, toh kamu dan dia sudah baik-baik menyelesaikan semuanya. Dia mengaku
bisa memaafkan dan kamu pun mengaku menyesal. Tetapi, pasangan yang tidak
sungguh mencintai akan mudah mengungkit-ungkit hal ini demi memojokkan dan
membuatmu merasa bersalah.
Cinta
itu tidak saling menyakiti. Pasangan yang benar-benar mencintai akan berusaha
menjaga tutur katanya agar tidak menyinggung atau menyakitimu. Soal kesalahan
dimasa lalu, tidak akan ringan diungkitnya. Mengaku bisa menerima dan memaafkan
dia akan benar-benar memegang kata-katanya.
v
Ketika
hubungan dilanda masalah, pasangan yang sering menyakiti akan lebih mudah
meluapkan amarah. Dia yang sungguh mencintai justru berusaha meredam hati dan
emosinya sendiri.
Terkadang
kamu baru bisa mengenali sifat-sifat asli pasangan kalian tengah berselisih
paham. Ya, di saat-saat paling kritis dalam hubungan kalian inilah kamu
menyadari karakter pasanganmu yang sebenar-benarnya. Dia yang tidak seberapa
mencintaimu terbukti sangat mudah marah, menyalahkan, dan memojokkanmu demi
bisa jadi pihak yang paling benar.
Tetapi
sementara, pasangan yang sungguh-sungguh mencintaimu justru lebih bisa meredam
hati dan emosinya. Saat ada masalah atau berbeda pendapat denganmu, diapun
memilih membicarakan semuanya dengan kepala dingin. Dia tidak keberatan jika
sesekali harus mengalah atau setuju dengan argumenmu. Sikapnya bisa tetap
tenang dan terkendali lantaran dirinya sadar sedang berhadapan dengan seseorang
yang dicintainya.
v
Pasangan
yang tak tulus berharap hubungan kalian hanya sementara, dia yang benar-benar
cinta berusaha bertahan denganmu selamanya
Dia yang
tidak sungguh-sungguh percaya bahwa hubungan yang kalian jalani tidak akan bisa
selamanya. Itulah alasannya mengapa dia tidak terlalu bersemangat ketika
membicarakan rencana masa depan denganmu. Jangankan bicara soal pernikahan,
tentang kelanjutan hubungan kalian pun tidak pernah terpikir ada di kepalanya.
Tetapi,
pasangan yang tulus mencintai justru melakukan hal yang sebaliknya. Dia justru
paling semangat membicarakan masa depan bersama. Soal rencana pernikahan,
perkara finansial, dan hubungan keluarga besar pun sudah baik-baik dibicarakan.
Semua dia lakukan adalah bukti nyata bahwa cinta yang dia punya hanya
untukmu memang tidak sekedar biasa.
v
Jika
kamu lebih sering disakiti, keputusan terbaik adalah memilih pergi. Jika dia
mencintaimu dengan sepenuh hati, jangan ragu mendampinginya sampai nafas habis
nanti.
Rasa
cinta dan perasaan yang teramat dalam seharusnya tidak membuatmu buta.
Bagaimanapun, kamu tetap bisa memilah dan menimbang-nimbang. Mana pasangan yang
lebih sering menyakiti, dan mana pasangan yang bisa benar-benar tulus
mencintai. Ketika bisa membedakan keduanya, kamu bisa membuat keputusan yang
tegas dan rasional.
Jika dia
yang saat ini mendampingi tidak benar-benar mencintai, tidak ada keputusan yang
lebih baik selain memilih pergi. Setidaknya hidup sendiri jauh lebih nyaman daripada
terus-terusan disakiti. Namun, jika pasanganmu memang punya perasaan yang tulus
dan dalam, satu-satunya yang harus kamu lakukan adalah bertahan, bersabar dan
menjalani masa depan bersamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar