Senin, 21 Desember 2015

Cinta

Cinta..Kau hadir dengan sejuta harapan..Segenggam impian dan angan,Janjikan tawa canda penuh bahagia..Tapi mengapa harus luka yang kudapat??Kepedihan hati yang tak terobati,disaat hati ini telah kuyakini..

Diantara bintang aku bertanya..berbiaskan cahaya rembulan..Apakah ini yang namanya cinta??Indah yang sekejap mata..namun sakitnya tak terhinnga..Kata-katapun tak mampu wakili..akan pedih hati ini..

CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..saat kita mencintai, kita bahagia..saat kita cemburu, kita terluka..

CINTA tak harus memiliki?“itu bohoong !!semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..

Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?“bohoong”!!!kita hanya pura2 bahagia,,di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..

Lebih bahagia dicintai dari pada mencintai?“itu salah”!!!saat di cintai kita hanya merasa bangga,namun saat mencintai kita dapat merasakan arti bahagia sesungguhnya..

Sabtu, 12 Desember 2015

Untuk Seseorang Yang Sempat Hadir Lalu Pergi

Untuk kamu, Yang sempat hadir.

Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.

Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.

Cinta kita hanyalah cinta seumur jagung. Cinta yang tumbuh dikala pertemuan itu. Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu. Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum sesudahnya.
Aku juga masih ingat betapa indahnya kita bertamasya kala itu. kau terus melajukan mobil dengan cepat agar cepat sampai. Dan aku segera memelukmu untuk mengobati rasa lelahmu saat itu. Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu..

Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Maaf aku sempat membuatmu muak dan kecewa. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah. Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau, hanya cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya. Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.

Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.

Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha😁😁😁😁😁 aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.

Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi.

Minggu, 29 November 2015

Dia Yang Tulus Mencintaimu



Cinta memang terkadang bisa membutakan manusia. Karena cinta, manusia seringkali berpikir irasional dan melepaskanlogikanya. Asalkan bisa berdampingan dengan pasangan yang dicintai, kamu memilih tak mau peduli dengan pertanyaan ini:
“Apakah pasangan juga mencintaimu dengan sepenuh hati, ataukah dia justru lebih sering membuatmu sakit hati?”
Saat cinta yang kamu punya begitu besar, kamu mungkin akan kesulitan membedakan pasangan yang mencintaimu sepenuh hati dengan yang justru menjadi biang sakit hati. Meskipun suatu hubungan membuatmu luka, kamu tetap bertahan di dalamnya. Memaklumi perbuatan buruk pasangan menjadi hal yang terlalu biasa.
v  Pasangan yang sering menyakiti akan datang dan pergi. Dia yang tulus mencintai akan berusaha selalu ada di sisi
Sepasang kekasih memang selayaknya saling membantu. Saat susah maupun senang akan dilewati bersama. Ketika ada masalah pun akan berusaha diselesaikan berdua.
Namun ketika pasangan yang tidak sungguh-sungguh mencintai tidak akan peduli dengan hal-hal seperti ini. Dia hanya akan datang ketika ingin bersenang-senang denganmu.  Tetapi pasangan yang tulus mencintai tidak akan melakukan hal tersebut. Dialah yang selalu berusaha hadir dan ada untukmu, baik saat senang ataupun senang, walaupun kadang kamu campakkan dia. Tapi bagaimana juga mendampingmu adalah kewajiban baginya lantaran kamulah miliknya yang paling berharga.
v  Bersama dia yang benar-benar mencintai, kamu merasa tercukupi. Kasih sayang dan perhatian selalu dicurahkan agar kamu tak pernah kekurangan
Hubungan yang sehat hanya akan terjalin ketika pasangan sama-sama berbagi cinta dan kasih sayang yang tulus. Cinta dan kasih sayang tersebut juga bisa diwujudkan dalan suatu tindakan,mungkin dengan cara memberi perhatian. Dia yang tidak benar-benar mencintaimu jelas tidak akan memahami hal ini bahkan tidak mau ambil pusing perkara apa yang kamu butuhkan,
Halo sayang! Lagi sibuk ya?? Udah makan belum? Jangan telat makan ya? Nanti kamu sakit! Eh, aku mau ketemu dosen pembimbing nih, doain ya semoga lancar J
Perasaan yang tulus bisa dilihat dari sikap pasangan kepadamu. Betapa pentingnya kamu dihadapan dia dan memastikan bahwa kamu baik-baik saja dan menjalani hari-harimu seperti biasa. Dia pun tidak malu berbagi tentang hal-hal yang dikerjakannya. Dirinya mengerti, bahwa cara inilah yang menjadikan hubungan kalian tetap hangat setiap hari.
v  Berbuat salah itu manusiawi. Dia yang tulus mencintai tak akan sampai hati mengungkit kesalahan yang sudah kamu sesali.
Dalam sebuah hubungan, kamu mungkin pernah berbuat salah sehingga mengecewakan pasangan. Dulu, dia terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga melupakan kamu. dia pun pernah mengabaikan dia lantaran terlalu asik dengan teman-temanmu.
Meskipun begitu, toh kamu dan dia sudah baik-baik menyelesaikan semuanya. Dia mengaku bisa memaafkan dan kamu pun mengaku menyesal. Tetapi, pasangan yang tidak sungguh mencintai akan mudah mengungkit-ungkit hal ini demi memojokkan dan membuatmu merasa bersalah.
Cinta itu tidak saling menyakiti. Pasangan yang benar-benar mencintai akan berusaha menjaga tutur katanya agar tidak menyinggung atau menyakitimu. Soal kesalahan dimasa lalu, tidak akan ringan diungkitnya. Mengaku bisa menerima dan memaafkan dia akan benar-benar memegang kata-katanya.
v  Ketika hubungan dilanda masalah, pasangan yang sering menyakiti akan lebih mudah meluapkan amarah. Dia yang sungguh mencintai justru berusaha meredam hati dan emosinya sendiri.
Terkadang kamu baru bisa mengenali sifat-sifat asli pasangan kalian tengah berselisih paham. Ya, di saat-saat paling kritis dalam hubungan kalian inilah kamu menyadari karakter pasanganmu yang sebenar-benarnya. Dia yang tidak seberapa mencintaimu terbukti sangat mudah marah, menyalahkan, dan memojokkanmu demi bisa jadi pihak yang paling benar.
Tetapi sementara, pasangan yang sungguh-sungguh mencintaimu justru lebih bisa meredam hati dan emosinya. Saat ada masalah atau berbeda pendapat denganmu, diapun memilih membicarakan semuanya dengan kepala dingin. Dia tidak keberatan jika sesekali harus mengalah atau setuju dengan argumenmu. Sikapnya bisa tetap tenang dan terkendali lantaran dirinya sadar sedang berhadapan dengan seseorang yang dicintainya.
v  Pasangan yang tak tulus berharap hubungan kalian hanya sementara, dia yang benar-benar cinta berusaha bertahan denganmu selamanya
Dia yang tidak sungguh-sungguh percaya bahwa hubungan yang kalian jalani tidak akan bisa selamanya. Itulah alasannya mengapa dia tidak terlalu bersemangat ketika membicarakan rencana masa depan denganmu. Jangankan bicara soal pernikahan, tentang kelanjutan hubungan kalian pun tidak pernah terpikir ada di kepalanya.
Tetapi, pasangan yang tulus mencintai justru melakukan hal yang sebaliknya. Dia justru paling semangat membicarakan masa depan bersama. Soal rencana pernikahan, perkara finansial, dan hubungan keluarga besar pun sudah baik-baik dibicarakan. Semua dia lakukan adalah bukti nyata bahwa cinta yang dia punya hanya untukmu  memang tidak sekedar biasa.

v  Jika kamu lebih sering disakiti, keputusan terbaik adalah memilih pergi. Jika dia mencintaimu dengan sepenuh hati, jangan ragu mendampinginya sampai nafas habis nanti.
Rasa cinta dan perasaan yang teramat dalam seharusnya tidak membuatmu buta. Bagaimanapun, kamu tetap bisa memilah dan menimbang-nimbang. Mana pasangan yang lebih sering menyakiti, dan mana pasangan yang bisa benar-benar tulus mencintai. Ketika bisa membedakan keduanya, kamu bisa membuat keputusan yang tegas dan rasional.
Jika dia yang saat ini mendampingi tidak benar-benar mencintai, tidak ada keputusan yang lebih baik selain memilih pergi. Setidaknya hidup sendiri jauh lebih nyaman daripada terus-terusan disakiti. Namun, jika pasanganmu memang punya perasaan yang tulus dan dalam, satu-satunya yang harus kamu lakukan adalah bertahan, bersabar dan menjalani masa depan bersamanya.

Kamis, 19 November 2015

Tidak bisa ya menjawab pertanyaanku ? Susah ya ? Coba tanyakan kehatimu, pentingkah aku buat kamu ? kalau memang penting tak akan sesusah ini kok menjawabnya. Kamu pasti bisa menjawab tanpa membutuhkan waktu lama "
Setidaknya aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu, walau ku tau kau tak lagi menginginkanku untuk tetap berada disisimu . Aku tak pernah menyesal untuk merubah diriku menjadi seperti yang kau mau walau kutau itu bukanlah kepribadianku selama ini.
aku tau kau tak pernah mencintaiku lagi seperti dulu, aku bisa merasakannya dari setiap polah tingkahmu ketika berada di dekatku. Ada saja alasan yang selalu kau berikan kepadaku setiap aku mengajakmu untuk bertemu. Mungkin kau tak lagi merindukanku seperti aku yang hingga detik ini selalu merindukanmu, satu detik saja tak bertemu denganmu rasa kerinduanku sungguh sangat memuncak dalam batinku. 
"masih kecewa ya sayang ? apa kau butuh suasana baru dalam hubungan kita ? mari kita perbaiki, tapi jangan sampai rasa itu membuatmu meninggalkanku"
aku tau kekecewaan itu telah menggelutimu, menyelimuti seluruh perasaanmu padaku, sehingga apapun yang aku lakukan, apapun yang aku perjuangkan tak pernah terlihat dimatamu. Benar atau salah, baik ataupun buruk tak akan terlihat sempurna di matamu. 
Kemarahan selalu menghinggapimu. Emosi selalu mengikuti langkahmu setiap kau melihat keberadaanku. Masalah yang seharusnya tidak ada kau buat menjadi ada, masalah yang kecil kau buat menjadi sangat besar hingga kau menumpahkan seluruh kemarahanmu kepadaku. Taukah kau bahwa aku sakit melihatmu seperti ini, aku menangis sendiri menerima perlakuan kasarmu kepadaku, tapi aku mencintaimu, dan aku tak bisa membalas kemarahanmu.
"lakukan apa yang ingin kau lakukan, kau sudah cukup sangat dewasa, kau sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar. Teruskan jika menurutmu benar, dan berhenti jika menurutmu salah"
aku terdiam, aku memilih untuk menjauh. Bukan karena aku menyerah pada keadaan, tapi aku tau jika aku mendekatimu, semua perkataanku hanya akan menjadi sampah untukmu. Kubiarkan kau melakukan apapun sesuka hatimu, walapun kutau aku yang akan terluka. tapi aku percaya, setelah semua berhenti menyerangmu, maka kau akan kembali padaku

aku akan selalu ada untukmu dan menunggumu disini, rasa sayang, rasa cinta yang tulus hanya untukmu sayangku. 

Senin, 21 September 2015

Kepedulian dan Saling Menghargai

bila wanitamu menangis di hadapanmu, tak peduli apapun sebabnya, peluklah dia, biarpun dia menolak, tetaplah peluk dengan erat. menangis diatas meja selamanya tidak akan pernah terasa lebih nyaman dan damai selain menangis di dalam pelukan. bila wanitamu mengatakan tentang kesalahanmu, tolong jangan selalu mengatakan dia cerewet, itu semua karena ia peduli denganmu. bila wanitamu sedang kesal dan mengabaikanmu, jangan ikut-ikut tidak peduli,ini adalah tantangan bagi kalian, saat membuang gengsi. bila wanitamu tidak mau mendengarkan dan berbalik badan berjalan meninggalkanmu, kerjarlah dia. bila kau sungguh mencintainya, apakah kau tega meninggalkannya sendirian? bila wanitamu berkata "kamu pergi saja, aku tidk mau memperdulikanmu" jangan percaya begitu saja, mungkin itu hanya di bibir saja, sedang hatinya tidaklah demikian, sebenarnya itu adalah saat dimana dia paling membutuhkanmu. bila wanita marah, suasana hatinya sedang tidak enak dan tidak mau makan jangan bertanya mau makan apa? dia pasti berkata tidak mau semuanya. belikan makanan kesukaannya, tunggu suasana hatinya membaik dan berikan pada dia, jangan menggunakan ancaman bahwa kamu juga tidak mau makan.
terkadang, berkompromi bukanlah berarti mengaku kalah, itu adalah suatu sikap memahami.

memaafkan bukan berarti lemah, melainkan  sebuah kepedulian dan menghargai :) 

Minggu, 09 Maret 2014

IZINKAN AKU MENCIUMMU, IBU

sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lanta, mengepelnya setiap pagi dan sore. setiap hari, aku? di paksa? membantunya memasak din pagi buta  sebelum ayah dan kakak-kakakku bangun. bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikan hingga setiap kali mengerjakan aku selalu bersungut-sungut. Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua.karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku. saat pertama kali aku masuk sekolah taman kanak-kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. dengan sabar pula ia menunggu. sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk diseberang sana. aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaan di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik atau hujan. juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. kini, setelah aku besar, aku palah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, berpergian. tak pernah aku menungguinyzketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. saat aku menjadi dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. di usiaku yang menanjak remaja, aki sering merasa malu berjalan bersamanya. pakaian dan dandanannnya yang ku anggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinnya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak  menyangka aku sedang berjalan bersamanya. padahal menurut cerita orang, sejak kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. ia sisihkan semua untuk membelikan pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. padahal juga aku tahu, ia yang penuh dengan kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. ia mengangkat tubuhku ketika aku jatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis. selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku perguruan tinggi. aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. aku yang pintar,cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kulaih dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang ku anggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. meski ibu bukan orang berpendidikan, tapi doa si setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang ku raih. tanmapu ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. ia tunjukan bagaimana meneguhkan hati, memantapka langkah menuju dunia baru itu. sesaat ku pandang senyumnya begitu menyejukan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. usai akad nika, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku lahir ke dunia ini. kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. aku sangat ingin menjadi istri yang sholeh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada ibu. sungguh, kini aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak berarti di bandingkan kehadiranku untukmu. aku akan datang dan menciummu IBU, meski tak sehangat cinta dan kasih sayang mu kepadaku.